Pengusaha muda berusia 33 tahun dan pendiri brandSVINGOLF, Leonardi Husada sudah berkecimpung di industri garment sejak tahun 2008. Bergabung di PT Narawata Makmur, sebuah perusahaan garment manufaktur milik keluarga yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun.

Leonardi Husada memulai karya-nya dengan brand “Clatik” yaitu baju berkerah yang dikombinasikan dengan kain batik.

Kemudian pada tahun 2013, Leo, begitu nama panggilan sehari harinya, melihat adanya peluang bisnis di busana golf.Dia memutuskan untuk membuat brand-nya sendiri.

Walaupun terbilang berani karena harus bersaing dengan brand Internasional lainnya yang terlebih dahulu beredar di Indonesia, namun hal ini bukanlah menjadi penghambat baginya, karena sebelum memulai brand Svingolf, dia sudah berpengalaman dalam memproduksi busana sport dari brand Internasional.

Nama SVINGOLF sendiri diambil dari kata Swing (ayunan) dan Golf.

Yang membuat SVINGOLFberbeda daribrand lain adalah harganya yang sangat kompetitif namun tetap ditunjang oleh kualitasbahan dan teknologi yang baik. Dengan dikombinasikan motif batik, menjadi ciri khusus yang banyak kita temukan dari design busana SVINGOLF. Sebelum SVINGOLF beredar di pasaran, belum ada satupun brand lokal yang memadukan batik sebagai design busana golf.

Dengan SVINGOLF keunggulan lainnya adalah “product customization”, setiap individu, kelompok, organisasi atau perusahaan sekarang bisa menentukan dan memiliki pakaian golf yang di design khusus sesuai dengan kebutuhan.

Dengan memikirkan kebutuhan setiap individual pembeli, SVINGOLF telah memperkenalkan ‘custom apparel’ melalui system aplikasi yang juga berfungsi sebagai online storewww.svingolf.com/shop.Di mana semua pelanggan dapat membuat baju golf nya sendiri yang unik dengan mengikuti langkah-langkah yang ada.
Bahkan pelanggan dapat menambahkan inisial dan logo yang diinginkan untuk ditambahkan di baju golf nya.

Sebagai pemilik dari SVINGOLF, Leonardi Husada mengemukakan bahwa:
“Tidaklah gampang untuk membangun satu brand, namun jika kita jeli melihat peluang yang ada maka saya yakin bahwa tidak ada hal yang mustahil, dan kita harus bisa membuat ciri khas produk kita supaya ada nilainya tersendiri.”

“Dan yang tidak kalah penting kita harus memberikan service yang terbaik untuk setiap customer kita, dengan mendengarkan keinginan customer-customer kita, SVINGOLF bisa membuat sebuah produk yang tepat sasaran” tambah Leo yang memiliki hobby olah ragaterutama golf dan lari.

Dengan memperkenalkan ‘made in Indonesia’, SVINGOLF telah menjadi salah satu rekanan dari CIMB Niaga Indonesian Masters sejak tahun 2013. Turnamen golf paling bergengsi yang ada di Indonesia menjadi platform yang sangat bagus buat SVINGOLF untuk memasarkan brandnya hingga ke pasar Internasional, karena turnamen tersebut di liput secara live dan disebar hampir 650juta household di seluruh dunia.

SVINGOLFdengan bangga merekrut George Gandranata sebagai ‘brand ambassador’.George Gandranata adalah pegolf ranking teratas pada Order of Merit PGA Tour Of Indonesia 2014 dan merupakan satu-satunya pegolf Indonesia yang dapat lolos ‘cut’ dan bermain selama 4 hari di turnamen CIMB Niaga Indonesian Masters 2014 lalu.

Dalam kesempatan ini, SVINGOLF akan meluncurkan produk-produk terbaru untuk 2015 Collections.

Semua informasi dapat diakses melalui www.svingolf.com