images : paketwisatadanautoba.net

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air naik dibanding tahun lalu. Berbagai promosi pariwisata terus dilakukan salah satunya dengan adanya program sepuluh destinasi yang akan dijadikan Bali Baru. Di antaranya, Danau Toba, Tanjung Layang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo Flores, Mandalika Lombok, Wakatobi Sulawesi Tengah, dan Morotai. Destinasi-destinasi ini terus didorong agar mampu menarik wisatawan.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif pada Januari-Mei 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 5,36 juta kunjungan atau naik 20,85 persen dibanding jumlah kunjungan wisman ke periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun lalu hanya sebanyak 4,43 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuki utaman dengan prosentase kenaikan tertinggi. Tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 449,2 persen. Kemudian Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau sebesar 33,92 persen, dan Banara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat 29,38 persen.

“Sementara itu kenaikan kunjungan wisman tercatat di lima pintu masuk utama dengan prosesntase paling besar terjadi di Pintu Masuk Entikong, Kalimantan Barat sebesar 18,59 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (3/7).

Hal itu tentu berpengaruh pada tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2017. Kenaikan mencapai rata-rata 56,07 atau naik 0,61 poin dibandingkan Mei 2016 yang sebesar 55,46. Tingkat hunian tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 65,30 persen. Diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebesar 64,35 persen, dan Provinsi Bali yaitu sebesar 61,91 persen.

“Sedangkan tingkat hunian kamar hotel paling rendah terjadi di Kalimantan Utara sebesar 33,90 persen,” tandasnya. – jawapos.com/ cepagram.com

LEAVE A REPLY